Jumat, 20 Februari 2015

Tel-U Siapkan Kurikulum Berwawasan Global & Serifikasi

Tel-U Siapkan Kurikulum Berwawasan Global & Serifikasi
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Terhadap 2015, penduduk Tanah Air bakal menghadapi zaman Penduduk Ekonomi Asean (MEA). Sumber daya manusia juga dihadapkan dgn tantangan persaingan pasar bebas ASEAN. Tapi, factor itu jadi kesempatan manis seandainya Sumber Daya Manusia ini ditunjang dgn kompetensi mumpuni & didukung dgn pengetahuan global.

Rektor Telkom University (Tel-U) Prof Mochamad Ashari mengemukakan, bahwa kurikulum 2015 dapat diwarnai dgn nuansa baru, yaitu kurikulum yg berorientasi bersama pengetahuan global. “Pada 2015, Tel-U dapat menyusun kurikulum baru,” jelasnya di sela program penandatanganan MoU Telkom University (Tel-U) bersama EC-Council, Selasa (30/12), di Learning Centre Tel-U Bandung Technoplex.

Dalam kurikulum tersebut mahasiswa dapat memperoleh mata kuliah wajib yg berorientasi ke hari esok & berwawasan kehidupan global. Mahasiswa pula bakal mendapati mata kuliah wajib yang lain adalah pengetahuan technologi berita & pengetahuan entrepreneurship. “Tiga komponen itu wajib dipunyai oleh mahasiswa Tel-U,” kata Ashari.pulau seribu

Dikatakan Ashari, pengetahuan kehidupan global membekali mahasiswa berkaitan macam mana kehidupan di luar negara. Maka, apabila mereka merantau keluar negara baik sementara ataupun permanen, mereka telah mempunyai pengetahuan tersebut.

Kurikulum 2015, tambah rektor, mesti mempunyai kesesuaian atau compatibility. Ialah macam mana kesesuaian pembelajaran dgn keperluan stakeholder. “Kurikulum 2015 pun mesti mempunyai kesesuaian bersama dunia internasional pula dgn sesama rumpun ilmu,” kata Ashari. Diinginkan bersama kurikulum baru bisa meningkatkan mutu menggali ilmu & mengajar di universitas ini.

Sementara menyinggun MEA 2015, Ashari mengemukakan, Tel-U konsisten mengusahakan meningkatkan kompetensi lulusan biar siap menghadapi persaingan global. Kerja sama bersama EC-Council, kata dirinya, jadi salah satu langkah buat menggenjot peningkatan kompetensi lulusan lewat sertifikasi.

hubungan kerja itu meliputi sertifikasi EC-Council utk Secure Komputer User, Fundamental of Information Security, Fundamental of Network Security, Fundamental of Pc Forensic, Network Security Admin, Ethical Hacker and Countermeasures, Pc Hacking Forensic Investigator, Secure Programer, Project Management Professional, Disaster Recovery and Usaha Continuity Plan, EC-Council Incident Handler, Security Analyst, Certified Internet Marketing Practitioner, & License Penetration Tester.

“MEA makin di depan mata. Sertifikasi jadi salah satu komponen yg penting dibutuhkan Sumber Daya Manusia dalam menghadapi MEA,” tutur Ashari.

BACA JUGA

Ditulis Oleh : Vina Serlina // 04.52

0 komentar:

Posting Komentar